Pengambilan keputusan tidak hanya melibatkan otoritas internal kementerian, tetapi juga merangkul beragam elemen strategis. Duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, pimpinan pondok pesantren, hingga pakar ilmu falak akan turut ambil bagian.
Lembaga riset dan negara seperti BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam turut diundang guna menyinergikan perhitungan hisab dengan hasil rukyatulhilal agar keputusan kelak diterima luas oleh umat.
Berdasarkan paparan data resmi, parameter langit saat ini menunjukkan kondisi yang kondusif. Kalkulasi hisab telah mengonfirmasi bahwa konjungsi atau ijtimak menjelang awal bulan Zulhijah 1447 H terjadi pada Minggu (17/5/2026) tepat pukul 03.00.55 WIB.
Ketika proses pengamatan (rukyat) dilakukan sore harinya, posisi hilal di seantero Nusantara diproyeksikan aman di atas ufuk. Ketinggian bulan diprediksi berada di rentang 3 derajat 37 menit 51 detik hingga 6 derajat 54 menit 23 detik, diiringi parameter sudut elongasi antara 8 derajat 58 menit 23 detik hingga 10 derajat 36 menit 52 detik.[dit]
