FAKTANASIONAL.NET — Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja tertutup bersama Badan Intelijen Negara (BIN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung super ketat ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan publik lantaran minimnya transparansi dan penjelasan usai rapat kerja berakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, raker tersebut sedianya membedah dua agenda yang sangat sensitif bagi kelangsungan domestik, yaitu:
-
Deteksi dan Pencegahan Dini Intelijen: Menyoroti dinamika geopolitik global yang kian memanas.
-
Akselerasi Strategi Mitigasi: Memperkuat stabilitas pertahanan dan keamanan nasional dari potensi ancaman siber maupun fisik.
Kepala BIN dan Pimpinan Komisi I Pilih Bungkam
Kendati membahas isu krusial yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak, para pejabat yang hadir memilih untuk menutup rapat informasi.
Baca Juga: Diam-Diam Kuliah Lagi! Ferdy Sambo Kini Tempuh Pendidikan S2 Teologi di Lapas Cibinong
Usai rapat dibubarkan, Kepala BIN Muhammad Herindra memilih langsung berlalu tanpa memberikan keterangan sedikit pun kepada awak media yang telah bersiap di area doorstop.
Saat dicecar berbagai pertanyaan oleh wartawan mengenai poin-poin ancaman geopolitik yang perlu diwaspadai masyarakat, Herindra tetap bergeming. Pengawalan ketat dari ajudannya yang tampak defensif turut menghadang barisan wartawan yang mencoba meminta konfirmasi eksekutif.
Setali tiga uang, sikap tertutup juga ditunjukkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Djiwandono. Ketika dikonfirmasi mengenai hasil pengawasan parlemen terhadap kinerja intelijen tersebut, ia hanya melemparkan senyum dan gestur singkat.
