“Untuk pengungsi total 789 orang diantaranya 298 anak-anak, 122 lansia. Sementara jumlah berdasarkan jenis kelamin 315 pria dan 476 wanita,” ungkap Efendi.
Dipicu Kebuntuan Denda Adat Atas Kasus 2024
Berdasarkan penyelidikan awal, akar dari perang suku ini merupakan kelanjutan dari konflik lama yang kembali mencuat ke permukaan. Kapolda Papua, Irjen Patrige R. Renwarin, mengungkapkan bahwa bentrokan dipicu oleh sengketa denda adat terkait kecelakaan lalu lintas fatal yang menewaskan seorang anggota DPRD Lanny Jaya pada 17 Mei 2024 silam.
“Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024,” jelas Irjen Patrige dalam keterangan tertulisnya.
Situasi di lapangan dilaporkan memburuk dengan cepat setelah proses mediasi penyelesaian denda adat antara kedua belah pihak menemui jalan buntu (deadlock).
Provokasi yang terjadi kemudian menyulut aksi saling serang antar-kelompok massa.
Tragedi kemanusiaan ini semakin diperparah oleh sebuah insiden kecelakaan infrastruktur di tengah mobilisasi massa yang bertikai.
Jembatan gantung yang membentang di atas Kali UE dilaporkan runtuh karena kelebihan muatan saat dilewati warga.
“Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang,” pungkas Kapolda Papua.
Saat ini, aparat keamanan gabungan TNI-Polri telah disiagakan di sejumlah titik rawan guna menyekat pergerakan kedua kelompok massa dan mencegah terjadinya bentrokan susulan.
