Fakta Nasional

Ribuan Mahasiswa Unisnu Jepara Padati Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi'

FAKTANASIONAL.NET - Pemutaran sekaligus diskusi publik film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sukses diselenggarakan di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Agenda yang digelar pada Sabtu malam (16/5/2026) ters…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 18 May 2026 📖 1 menit
Ribuan Mahasiswa Unisnu Jepara Padati Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi'
Ribuan Mahasiswa Unisnu Jepara Padati Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi'(Dok.Instimewa)

FAKTANASIONAL.NET - Pemutaran sekaligus diskusi publik film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sukses diselenggarakan di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.

Agenda yang digelar pada Sabtu malam (16/5/2026) tersebut berlangsung kondusif dan lancar. Animo masyarakat terbukti sangat tinggi, yang mana panitia terpaksa menambahkan fasilitas layar ekstra di area perpustakaan kampus guna menampung luapan penonton.

Acara yang berpusat di Ruang Saintek Unisnu ini berhasil menyedot kehadiran hampir seribu peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun masyarakat umum.

Kesuksesan perhelatan ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BEM Unisnu, BEM FSH Unisnu Jepara, Book Club Jepara, serta kolektif seni Jaladara.

Presiden Mahasiswa BEM Unisnu Jepara, Viky Zulfikar, menegaskan urgensi penyelenggaraan acara ini bagi iklim pendidikan kritis. Melansir publikasi RMOLJateng (18/5/2026), Viky menyatakan bahwa perguruan tinggi mutlak harus dipertahankan sebagai ruang akademik yang bebas dan netral.

Pemutaran dan pembedahan karya audio-visual ini dinilai sangat krusial sebagai wadah intelektual mahasiswa untuk merespons dan mengkritisi kebijakan-kebijakan yang digulirkan oleh negara.

Film berdurasi 95 menit garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale tersebut secara tajam menelusuri isu pelanggaran hak asasi manusia, konflik agraria, hingga dampak destruktif Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Papua Selatan.

Pasca-penayangan, kegiatan berlanjut pada forum diskusi publik yang membedah situasi sosial serta intervensi pemerintah di bumi Cenderawasih.

Menariknya, sebelum layar film dibentangkan, audiens terlebih dahulu disuguhi penampilan memukau dari kelompok seni kolektif Jaladara.

Aksi panggung mereka membawa pesan mendalam yang mengangkat kembali memori kelam tragedi kekerasan Mei 1998, menambah bobot refleksi dalam rangkaian acara malam itu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK