Skala ancaman ini bukanlah sekadar isapan jempol. Data tahun 2026 mengungkap fakta memprihatinkan bahwa 132 anak di berbagai provinsi telah terpapar radikalisme.
Bahkan, 115 anak lainnya dilaporkan terjangkit paham kekerasan yang memaksa Densus 88, bersama pemerintah daerah, turun tangan melakukan intervensi.
Salah satu temuan mengejutkan adalah keterlibatan remaja dalam komunitas digital bernama True Crime Community (TCC), yang memicu eskalasi menuju aksi brutal.
Untuk mengatasi hal ini, Rakernis yang dihadiri 670 peserta tersebut merumuskan strategi kolaboratif presisi. Fokus utamanya adalah penguatan literasi digital dan deteksi dini dari rumah hingga sekolah.
Di tengah tantangan yang makin multidimensional ini, Polri tetap patut diapresiasi karena berhasil mempertahankan rekor zero terrorist attack selama hampir tiga tahun berturut-turut, sebuah capaian yang krusial bagi stabilitas dan iklim investasi nasional.[dit]
