FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menggelar upacara khidmat bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Rabu (20/5/2026).
Momentum ini dijadikan pijakan kuat untuk meneguhkan kembali semangat kebangkitan nasional melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di sektor pertanian.
Upacara yang berlangsung di lingkungan Kementerian Pertanian ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.
Bertindak sebagai pembina upacara, Idha turut membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Dalam sambutan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital mengingatkan kembali esensi sejati dari peringatan bersejarah ini.
Baca Juga: Kejar Kemandirian Energi, Kementan Targetkan Setop Impor Solar Melalui Biofuel B50
“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, melainkan momentum untuk merefleksikan semangat persatuan, kemandirian, dan kebangkitan bangsa dalam menjawab tantangan zaman. Saat ini, tantangan kebangsaan telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” tegasnya.
Fokus pada Generasi Muda dan SDM Pertanian
Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai sangat relevan dengan visi masa depan Indonesia.
Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga generasi penerus sebagai aset utama sekaligus merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga masa depan Indonesia melalui penguatan kualitas SDM.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementan menegaskan bahwa arah pembangunan sektor pertanian saat ini telah bertransformasi.
Fokus pemerintah tidak lagi hanya tertuju pada peningkatan angka produksi semata, melainkan juga pada aspek hulu, yaitu penguatan SDM pertanian.
Langkah strategis ini diimplementasikan melalui program pendidikan, pelatihan, penyuluhan, serta percepatan regenerasi petani muda yang akan menjadi penopang utama keberlanjutan pangan nasional.
