Menlu Sugiono Tegaskan 9 WNI Relawan Flotilla Bukan Disandera Israel, Diplomasi Internasional Bergerak

Menteri Luar Negeri RI - Sugiono
KBRI memastikan sembilan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, dan testimoni hukum di Istanbul pasca-dibebaskan dari otoritas militer Israel. (Dok. Kemenlu)

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 tidak menjadi korban penculikan ataupun penyanderaan oleh otoritas Israel.

Langkah pengamanan yang dilakukan militer Israel murni merupakan bentuk pencegatan sepihak di wilayah perairan yang diblokade.

Berbicara di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026), Sugiono membandingkan insiden ini dengan peristiwa serupa yang menimpa aktivis kemanusiaan pada misi Global Sumud Flotilla 1.0 pertengahan September 2025 lalu.

Saat itu, para relawan dunia juga ditahan sebelum akhirnya dideportasi kembali ke negara asal.

Baca Juga: Militer Israel Tangkap 5 Relawan WNI, Ini Tanggapan Gaza

“Berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya, yang 1.0 juga waktu dideportasi itu tidak ada.. Saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan,” ujar Sugiono kepada awak media di Kompleks Parlemen.

Menlu menjelaskan, situasi di lapangan merupakan bentuk intersepsi paksa militer terhadap armada pembawa bantuan logistik. Jalur laut menuju Gaza hingga kini masih dikepung secara ketat oleh kekuatan militer Israel.

“Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini diintersep, karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apapun masuk ke wilayah tersebut untuk kepentingan apapun,” kata Sugiono menjelaskan duduk perkara blokade tersebut.

Sugiono juga memastikan pihak Tel Aviv tidak melayangkan tuntutan politis maupun finansial apa pun demi membebaskan para warga negara Indonesia yang ditahan di atas kapal kemanusiaan tersebut.

“Tidak ada (syarat),” ujarnya singkat saat ditanya mengenai potensi tebusan.

Kutuk Pelanggaran Kemanusiaan, Indonesia Galang Blok Diplomasi

Kendati menegaskan status para WNI murni merupakan tahanan intersepsi laut dan bukan sandera politik, Sugiono melayangkan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel. Menurutnya, pemblokiran bantuan logistik tersebut secara nyata menabrak hukum humaniter internasional.

Sembilan warga Indonesia itu bertolak murni dengan membawa misi perdamaian dunia guna meringankan krisis kelaparan warga Palestina di Gaza.

Exit mobile version