FAKTANASIONAL.NET – Bencana banjir di Aceh Tenggara yang merendam permukiman warga akibat luapan Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga dilaporkan mulai berangsur surut pada Kamis (21/5/2026).
Luapan debit air sungai tersebut sebelumnya telah menenggelamkan wilayah permukiman penduduk sejak Rabu sore menyusul tingginya intensitas curah hujan di daerah dataran tinggi.
Berdasarkan hasil kalkulasi pendataan petugas gabungan di lapangan, musibah alam ini berdampak secara langsung terhadap aktivitas 991 jiwa dari total 252 kepala keluarga.
Bencana hidrometeorologi basah ini tercatat mengakibatkan sedikitnya tiga unit rumah warga mengalami rusak ringan serta merendam 249 unit tempat tinggal lainnya.
Titik genangan bah dilaporkan melanda kawasan kawasan perumahan penduduk yang tersebar luas melintasi tiga kecamatan serta sembilan wilayah desa di kabupaten tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah saat ini memusatkan seluruh fokus penanganan pada upaya percepatan normalisasi tanggul pengaman dan pemulihan kebersihan lingkungan masyarakat.
Pemerintah daerah secara sigap telah mengerahkan dua unit alat berat menuju area terdampak parah di wilayah Kecamatan Deleng Pokhkisen dan kawasan Lawe Sumur.
Pengerahan berbagai armada alat berat tersebut memiliki tujuan utama untuk mempercepat proses perbaikan fisik tanggul sungai sekaligus menyingkirkan hambatan material di jalanan.
Langkah normalisasi infrastruktur tanggul ini bersifat amat krusial untuk mencegah terjadinya luapan air susulan manakala intensitas curah hujan kembali melonjak tajam.
Seiring dengan menyusutnya ketinggian muka air, kelompok warga mulai bergotong royong secara mandiri melakukan aktivitas pembersihan area dalam rumah maupun fasilitas umum.
Personel regu pemadam kebakaran beserta tim kebencanaan turut terjun ke lokasi untuk membantu masyarakat menyapu bersih sisa material lumpur tebal pascakejadian banjir di Aceh Tenggara.
Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Agara juga telah turun mendistribusikan suplai bantuan air bersih demi menjamin pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar warga terdampak.
Pemerintah daerah di bawah dukungan penuh dari unsur aparat kepolisian dan militer akan terus memperkokoh garis koordinasi penanganan status darurat ini.
Seluruh elemen masyarakat setempat diperintahkan untuk pantang lengah dan senantiasa bersiaga menghadapi kemungkinan hadirnya anomali cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
(*Red)
