Akselerasi NZE 2060, Pertamina Geber Transisi Energi Terintegrasi di Seluruh Sektor Transportasi

Per 1 Juli 2026, PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga tiga jenis BBM non-subsidi, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex./Dok. Pertamina

Kolaborasi Akademisi dan Industri Komoditas Hijau

Merespons strategi tersebut, Guru Besar dari University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet, yang hadir sebagai pembicara utama menilai dunia saat ini sedang berada di fase awal transformasi mobilitas hijau.

Menurutnya, komoditas seperti biofuel dan drop-in fuels memegang peran sangat krusial sebagai jembatan transisi.

Sementara untuk sektor yang lebih sulit didekarbonisasi seperti pelayaran laut, Prof. Marlon menyebut dibutuhkan solusi energi dengan kerapatan (densitas) tinggi seperti green ammonia. Ia mengingatkan bahwa transisi energi kini sudah menjadi transformasi industri global yang wajib dihadapi lewat kolaborasi erat, bukan lagi sekadar masalah kepatuhan terhadap regulasi.

Sejalan dengan hal tersebut, Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menegaskan bahwa transisi energi tidak dapat dijalankan secara parsial melainkan butuh sinergi lintas sektor yang kuat.

“Transisi energi tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan aksi nyata guna mendukung terciptanya ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia,” kata Djoko.

Menutup paparannya, Agung Wicaksono memastikan bahwa Pertamina akan terus mempertajam scenario planning serta strategi transformasi bisnisnya agar seluruh proses dekarbonisasi ini berjalan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pertalite Tembus Rp 25 Ribu Per Liter di Amfoang NTT, Pertamina Buka Suara: Jalur Bus Umum Sempat Terhenti

Exit mobile version