3. Kondisi Mulut Kering (Xerostomia)
Air liur memiliki peran alami sebagai pembersih mulut untuk membilas sisa makanan dan mengontrol pertumbuhan bakteri. Ketika produksi air liur menurun drastis, bakteri akan berkembang biak dengan sangat cepat. Mulut kering bisa dipicu oleh kebiasaan kurang minum air putih, konsumsi kopi berlebih, efek samping obat-obatan, hingga gangguan medis seperti hipotiroidisme.
“Ketika tidak ada cukup air liur, bakteri tidak bisa dibersihkan dari gigi,” ujar Dr. Casellini. Kondisi inilah yang membuat mulut terasa lengket dan memicu bau tidak sedap yang menyengat, terutama saat baru bangun tidur.
4. Penggunaan Behel, Retainer, dan Gigi Palsu
Alat ortodonti dan protesa gigi memiliki banyak celah kecil yang sangat mudah diselipi partikel makanan. Banyak pengguna behel yang merasa sudah menyikat gigi dengan bersih, namun melewatkan sisa makanan yang tersembunyi di balik kawat atau bracket. Oleh karena itu, pengguna alat-alat ini wajib melakukan pembersihan ekstra menggunakan benang gigi khusus (orthodontic floss) dan obat kumur antibakteri.
5. Kebiasaan Merokok dan Mengunyah Tembakau
Merokok tidak hanya merusak paru-paru tetapi juga merusak keseimbangan ekosistem mulut. Asap rokok meninggalkan residu aroma yang pekat sekaligus menurunkan produksi air liur, sehingga memicu pertumbuhan bakteri.
“Merokok dan mengunyah tembakau dapat meninggalkan bau tidak sedap di mulut dan berkontribusi pada penyakit gusi,” tutur Dr. Casellini. Perokok aktif tercatat memiliki risiko jauh lebih tinggi terhadap penumpukan plak dan radang gusi.
6. Konsumsi Makanan Beraroma Kuat
Makanan seperti bawang putih, bawang bombai, petai, jengkol, hingga hidangan yang kaya akan rempah mengandung senyawa sulfur alami. Saat dicerna, senyawa ini akan diserap ke dalam aliran darah, terbawa ke paru-paru, dan akhirnya dikeluarkan kembali melalui embusan napas.
Meskipun efeknya bersifat sementara, baunya bisa bertahan lebih lama jika Anda tidak segera minum air putih dan membersihkan gigi usai makan.
7. Gejala Penyakit Sistemik Tertentu
Jika kebersihan gigi sudah dijaga dengan sangat ketat namun bau mulut tak kunjung reda, Anda patut mencurigai adanya masalah kesehatan lain di dalam tubuh.
Penderita penyakit asam lambung (GERD), diabetes, gangguan fungsi hati, hingga gagal ginjal kronis diketahui sangat rentan mengalami halitosis akibat metabolisme tubuh yang terganggu atau aroma khas kimiawi yang keluar dari dalam sistem pencernaan dan pernapasan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh guna mendeteksi diagnosis penyakit secara dini.
Baca Juga: Jepang Larang Penggunaan Power Bank Selama Penerbangan Mulai April 2026
