Stok Melimpah Tembus 5,39 Juta Ton, Bulog Sebut Beras Natura PNS-TNI-Polri Bakal Permudah Kontrol Harga

Bulog mengumumkan cadangan stok beras nasional saat ini mencatatkan rekor tertinggi mencapai 5,39 juta ton sekaligus menegaskan kesiapan menyalurkan beras natura untuk ASN, TNI, dan Polri tanpa mengganggu stabilitas pasar./fb bulog.

FAKTANASIONAL.NET – Perum Bulog memastikan rencana kebijakan pemberian beras natura (fasilitas non-uang) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS), TNI, dan Polri sama sekali tidak akan menggoyang stabilitas harga maupun pasokan beras nasional.

Sebaliknya, intervensi logistik ini dinilai bakal mempermudah pemerintah dalam mengendalikan gejolak harga di pasar umum.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa regulasi mengenai skema penyaluran beras natura tersebut saat ini masih digodok matang oleh lintas kementerian di tingkat pusat.

Kendati belum ketok palu, Bulog menegaskan kesiapan infrastruktur dan pasokannya karena volume cadangan beras nasional saat ini tengah melimpah ruah.

Baca Juga: Minyakita Dibilang Aman, Jangan Sampai Pedagang Jadi Tumbal BULOG

“Sementara sedang didiskusikan (soal penyaluran beras natura) jadi belum ada keputusan. Namun kami sudah range itu, merencanakan. Kebetulan kan stok kita banyak,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Kurangi Tekanan Permintaan di Pasar Umum

Rizal menganalisis, apabila kebutuhan pangan pokok kelompok ASN, TNI, dan Polri sudah dipenuhi langsung secara terpusat oleh Bulog melalui beras natura, maka kurva permintaan (demand) dari jutaan abdi negara di pasar tradisional maupun ritel modern otomatis akan merosot.

Berkurangnya tekanan permintaan ini menjadi celah bagi Bulog untuk menjaga kestabilan harga secara lebih efektif.

“Kalau menurut kami dengan produksi pertanian sekarang yang luar biasa ini tidak ada masalah. Bahkan itu akan mengendalikan pasar lebih mudah. Karena para ASN, TNI, Polri sudah tercukupi, tinggal yang non-ASN dan TNI-Polri saja,” urai Rizal memaparkan keunggulan skema tersebut.

Rizal menambahkan, wacana ini juga membangkitkan memori masa lalu Indonesia ketika sistem penggajian ASN masih menyertakan jatah beras fisik untuk keluarga.

Exit mobile version