Timwas Haji PKB Soroti Pelayanan Konsumsi Jemaah Jelang Armuzna

“Artinya kebutuhan konsumsi untuk jemaah yang berangkat siang, sore, atau malam juga harus dipastikan tersedia dengan baik. Ini tidak boleh luput dari perhatian,” ujarnya.

Selain soal distribusi, Legislator asal Jawa Tengah ini juga menyoroti persoalan teknis yang tampak sederhana namun berdampak besar bagi jemaah lansia, yakni ketersediaan wadah makanan.

Ia menemukan bahwa dari tiga hingga empat kali distribusi makanan, jemaah hanya mendapatkan satu kotak wadah makanan.

“Mungkin bagi yang masih muda bisa mencuci dan menggunakan kembali. Tetapi bagi para sepuh atau jemaah lansia, ini tentu menyulitkan karena tidak semuanya memiliki pendamping,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena sebelumnya dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI telah disampaikan bahwa makanan siap saji semestinya diberikan lengkap dengan wadah yang memadai.

Tak hanya itu, Erma juga meminta perhatian serius terhadap kualitas makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah. Ia menyoroti adanya makanan berkuah santan dengan masa kedaluwarsa mencapai 18 bulan.

“Kita tentu harus berhati-hati karena makanan tersebut hanya disimpan dalam kemasan, bukan di dalam pendingin. Ini perlu menjadi perhatian khusus terutama bagi jemaah lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” ungkapnya.

Erma memastikan Timwas Haji DPR RI akan terus melakukan pemantauan dan sidak lanjutan guna memastikan seluruh persoalan dapat segera diselesaikan sebelum puncak pelaksanaan haji.

“Kalau memang ada kendala, harus ada langkah cepat dan langkah cerdas dari Kementerian Haji agar persoalan ini bisa segera diatasi. Yang terpenting adalah jemaah merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji,” pungkas Erma.

Exit mobile version