Di pasar kelapa sawit, CPO Malaysia kontrak Agustus bertengger di MYR4.486 per ton pada 22 Mei 2026, naik 1,5% secara mingguan. Pasar merespons rencana Presiden Prabowo menjadikan Indonesia sebagai price maker dunia lewat ekspor satu pintu.
Langkah ini dibarengi aksi tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membongkar 10 korporasi sawit terindikasi manipulasi ekspor.
Direktur Eksekutif PASPI, Tungkot Sipayung, menyatakan praktik under invoicing ini adalah masalah klasik akibat lemahnya bea cukai, bahkan ditemukan selisih data transaksi hingga 200%. Penataan masif ini diharapkan mampu menggeser dominasi bursa Malaysia dan Rotterdam.[dit]
