Nasib serupa juga dialami oleh Brent crude untuk kontrak bulan Juli yang ikut terkoreksi hingga 4,51 persen menuju posisi US$98,87 per barel pada sesi perdagangan awal di zona Asia.
Efek domino dari meredanya tensi geopolitik ini paling terasa di lantai bursa saham Jepang. Pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, indeks saham Nikkei 225 sukses mencetak rekor fantastis dengan melesat 1,48 persen ke posisi 64.278,49, menembus level psikologis 64.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Indeks Topix juga tidak mau ketinggalan mengekor dengan penguatan sebesar 0,65 persen.
Di sisi lain, pergerakan indeks S&P/ASX 200 di Australia terpantau relatif stagnan. Bursa saham Korea Selatan dan Hong Kong hari ini ditutup karena peringatan libur nasional, begitu pula dengan pasar saham di Amerika Serikat yang tengah memperingati Memorial Day.
Namun pada penutupan Wall Street di hari Jumat sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average telah memimpin reli dengan kenaikan 0,58 persen ke rekor baru di level 50.579,70, disusul oleh indeks S&P 500 dan Nasdaq.[dit]
