Penyaluran Kredit Bank Permata di Semester I-2026 Terus Meningkat, Laba Bersih Tumbuh 4,5% YoY

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Di tengah volatilitas pasar keuangan domestik dan tensi geopolitik global yang masih berlanjut, PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) tetap menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang baik di sepanjang Semester I tahun 2026.

Laba Bersih Bank tumbuh sebesar 4,5% YoY yang didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Operasional sebesar 3.3% YoY. Permata Bank juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,3% YoY dengan kualitas yang terjaga dengan boik. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Bank dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dengan mengoptimalisasikan dukungan dari Bangkok Bank Group sebagai controlling shareholder, Permata Bank terus meningkatkan sinerginya dengan menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, serta dukungan layanan yang terintegrasi.

“Kinerja Semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, kami hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha,” ujar Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank.

Optimalisasi Neraca yang Konsisten Menjaga Posisi Likuiditas Tetap Memadai

Permata Bank secara konsisten menerapkan strategi optimalisasi neraca untuk menjaga posisi likuiditas yang memadai dan optimal. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) berada pada level yang optimal di 90.3% per akhir Juni 2026, dengan tren yang meningkat dibandingkan akhir Semester I tahun 2025 yang berada di level 85.6%

Likuiditas Bank juga tetap terjaga, tercermin dari pemenuhan rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100%. Hingga akhir Juni 2026, Liguidity Coverage Ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat pada level 333,4% sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 124,0%.

Fokus Bank tetap diarahkan pada pertumbuhan dana pihak ketiga yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya CASA, melalui penguatan transaksi nosabah. optimalisasi layanan digital di seluruh kanal perbankan, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di segmen Konsumer, Komersial maupun Korporasi, Hingga Semester I tahun 2026, rasio kontribusi CASA terjaga pada level 57,92%.

Kinerja Intermediasi yang Positif Tercermin dari Pertumbuhan Penyaluran Kredit dengan Kualitas Aset yang Tetap Terjaga Baik

Sebagai bagian dari lembaga intermediasi keuangan di Indonesia, Permata Bank terus berkomitmen mendukung penyaluran kredit kepada masyarakat dengan terus menjaga kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pemantauan portofolio secara disiplin. Pendekatan ini memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas Bank dalam industri perbankan yang dinamis.

Pada Semester I tahun 2026, penyaluran kredit tumbuh 5,3% YoY menjadi Rp171,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen Korporasi sebesar 9,7% YoY menjadi Rp106,% triliun, serta segmen Komersial yang tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp21 triliun. Dari segmen Konsumer, komitmen Bank untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berdampak sosial tercermin melalui penyaluran pembiayaan UKM yang mencapai Rp7 triliun, meningkat 11,8% dibandingkan Semester I tahun 2025.

Exit mobile version