DSI Resmi Jadi BUMN, COO Danantara Jamin Tak Bakal Caplok Lini Bisnis Para Eksportir

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir (kiri) bersama Global CEO JBS Gilberto Tomazoni (kanan) usai pengumuman kemitraan investasi senilai 2,5 miliar Dolar AS di Jakarta, Jumat (7/8/2026)./Dok. infobanknews

FAKTANASIONAL.NET — Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kehadiran BUMN ekspor baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), tidak akan menghilangkan lini bisnis para eksportir yang sudah ada.

Dony menyampaikan bahwa tugas utama perusahaan pelat merah tersebut adalah memastikan harga ekspor komoditas benar-benar mewakili kepentingan dan kemakmuran rakyat Indonesia, tanpa harus mencaplok atau mengganggu lini bisnis para pengusaha yang bergerak secara jujur.

“Kan tetap ekspor. Enggak, kalau mereka bisnisnya normal, enggak ada bedanya kan. Tadinya dia jual harga X ke luar, sekarang dia jual ke kita juga harga X,” ujar Dony saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Senin (25/5).

Baca Juga: Negara Rugi Rp15.400 Triliun Akibat Under Invoicing, Danantara Bentuk Badan Khusus Ekspor

Sentralisasi Penjualan untuk Tangkal Praktik Culas

Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa DSI berfungsi sebagai wadah sentralisasi penjualan, bukan instrumen yang merugikan dunia usaha.

Menurutnya, para pengusaha yang menjalankan bisnisnya secara transparan tidak perlu merasa khawatir dengan kehadiran BUMN baru ini.

“Kalau pengusahanya yang normal, mereka senang-senang aja. Mereka tidak melakukan under invoicing, tidak melakukan transfer pricing, buat mereka sama aja. Kalau ada yang khawatir-khawatir, berarti ada something wrong, betul enggak?” ucap Dony.

Dony menjabarkan bahwa skema ini diterapkan agar pemerintah bisa memonitor kesesuaian harga ekspor. Pengawasan ini menjadi krusial karena nilai ekspor yang dilaporkan secara akurat akan menentukan besaran pajak yang masuk ke kas negara.

Exit mobile version