TNI Diterjunkan Buru Begal Melalui Operasi Militer Selain Perang, Kemhan: Penguatan Kehadiran Negara

Pertemuan tersebut membahas perluasan kerja sama pertahanan, pertukaran perwira, hingga rencana latihan bersama pasukan khusus guna memperkuat stabilitas keamanan kawasan ASEAN dan Selat Malaka./(instagram)

“Kami sudah melaksanakan patroli bersama mulai dari tingkat bawah,” kata Iskak dalam konferensi pers bersama di Mapolda Metro Jaya.

Iskak merinci, personel yang diperbantukan berasal dari Koramil, Kodim, hingga prajurit dari batalion tempur untuk menyisir titik-titik rawan kejahatan bersama jajaran kepolisian setempat guna memberikan ketenangan bagi warga.

Rencana 750 Batalion Baru dan Efek Tekan Kriminalitas

Di sisi lain, isu maraknya aksi begal ini juga menjadi salah satu latar belakang strategis di balik rencana pemerintah membentuk 750 batalion baru secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memaparkan bahwa keberadaan batalion teritorial pembangunan sangat mendesak, mengingat masih banyak wilayah di Indonesia yang sebelumnya mengalami kekosongan pasukan militer resmi sehingga rawan disusupi tindakan hukum ilegal.

“Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali,” ungkap Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta.

Berdasarkan evaluasi jajaran pertahanan, tingkat kriminalitas di sejumlah daerah terbukti menurun drastis setelah TNI menempatkan unit batalion dan membangun pangkalan militer tetap di wilayah tersebut.

Selain melakukan pengawasan statis, personel dari batalion teritorial pembangunan ini juga ditugaskan untuk melakukan patroli keliling berkala serta menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) bersama masyarakat setempat.

Baca Juga: Stok Melimpah Tembus 5,39 Juta Ton, Bulog Sebut Beras Natura PNS-TNI-Polri Bakal Permudah Kontrol Harga

Exit mobile version