BGN Sebut Program Makan Bergizi Gratis Putar Anggaran Rp942 Miliar per Hari untuk Gerakkan Ekonomi

Program pemerintah, MBG akan dirancang untuk evaluasi/net.

“Dan uang ini mengalir ke mana? Mengalir ke supplier pedagang air mineral, ATK, APD, alat kebersihan. Termasuk biaya transportasi listrik, air, dan kebutuhan operasional lainnya,” bebernya.

Dongkrak Pendapatan UMKM dan Sektor Pertanian

Dampak ekonomi paling signifikan dari program MBG ini dirasakan langsung oleh sektor pangan lokal. Sony menambahkan bahwa seluruh bahan baku makanan dibeli dari ekosistem usaha daerah.

“Mengalir ke supplier bahan baku, yaitu pedagang beras, ikan, pedagang daging ayam, telur ayam, daging sapi, sayuran, buah-buahan yang berdasarkan operasi UMKM, Bumdes, Bumdesma, dan supplier lain,” tambah Sony.

Skema Pengembalian Investasi Mitra Pelaksana

Tidak hanya berdampak pada operasional harian, sebagian anggaran juga dialokasikan untuk pembiayaan infrastruktur dapur produksi.

Sony menyatakan sebanyak Rp166.542.000.000 dialokasikan sebagai dana pengembalian investasi kepada yayasan atau mitra yang telah membantu membangun fasilitas fisik SPPG.

Dana tersebut ditujukan untuk melengkapi peralatan memasak, alat makan, hingga fasilitas penunjang lainnya di lapangan dengan skema insentif harian terukur.

“Pengembalian investasi kepada mitra Rp6 juta per hari diberikan sampai batas waktu tertentu, jadi enggak seterusnya, jadi ini bukan keuntungan. Saat ini bukan keuntungan, belum kita sebut keuntungan, karena kita sebut insentif ini adalah pengembalian investasi per hari diberikan sampai batas waktu tertentu, untuk kemudian besarannya ditentukan berdasarkan hasil appraisal dan grading,” pungkas Sony.

Baca Juga: Website MBG Kabupaten Bogor Tidak Bisa Diakses Pasca Terbongkarnya 7 Dapur MBG Keluarga Waka BGN

Exit mobile version