Duga Ada Manipulasi Ekspor CPO via Singapura, Menkeu Desak Wilmar dan Musim Mas Bayar Kewajiban Negara

Menkeu menegaskan pemerintah tengah memeriksa dugaan manipulasi transfer pricing ekspor CPO yang melibatkan sejumlah perusahaan raksasa seperti Wilmar dan Musim Mas./net

“Mungkin lebih ke transfer pricing ya, di sini benar, di sananya salah. Jadi data ekspor dia lebih rendah daripada yang seharusnya, 50 persen di bawah kira-kira gitu,” pungkas Purbaya menjelaskan dampak manipulasi tersebut terhadap pencatatan nilai ekspor nasional.

Wilmar, Musim Mas, dan Salim Ivomas Masuk Daftar Periksa

Ketika dikonfirmasi oleh awak media mengenai identitas perusahaan besar yang masuk dalam radar pemeriksaan pemerintah, Menteri Keuangan tidak membantah. Ia membenarkan dua nama konglomerasi sawit terbesar di Indonesia masuk dalam daftar.

“Itu dua betul. Dua-duanya (betul),” tegas Purbaya merujuk pada nama Wilmar International dan Musim Mas Group.

Selain kedua raksasa tersebut, Purbaya juga menyebutkan bahwa emiten sawit milik Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk, kemungkinan besar turut masuk ke dalam daftar eksportir yang tengah diperiksa intensif oleh pemerintah terkait kepatuhan pajaknya.

Pemerintah memastikan proses pemeriksaan akan berjalan objektif dan terukur demi mengembalikan potensi penerimaan negara yang hilang tanpa mengganggu keberlangsungan operasional industri kelapa sawit domestik.

Baca Juga: Kejagung Bantah Klaim Wilmar Group Terkait Uang Rp 11,8 Triliun yang Disita

Exit mobile version