“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya secara terbuka.
Gus Irfan menambahkan, dinamika di lapangan yang melibatkan pergerakan jutaan manusia tentu menyisakan ruang evaluasi bagi instansi yang dipimpinnya.
Ia secara spesifik menyebutkan beberapa aspek kenyamanan yang akan terus dibenahi ke depan.
“Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang empuk, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya,” sambung Menhaj.
Prosesi Pelepasan Simbolis
Sebagai bentuk penghormatan dan tanda rilis kepulangan, Menhaj mengalungkan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah kloter SUB-01.
Momen emosional tersebut disambut dengan raut wajah haru dan bahagia dari para jemaah. Sebelum beranjak memasuki pintu pemeriksaan dokumen dan area boarding, sejumlah jemaah juga tampak berebut bersalaman serta berfoto bersama dengan Menhaj.
Pelepasan kloter pertama ini sekaligus menandai dibulatkannya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke berbagai wilayah embarkasi di Tanah Air.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memonitor seluruh proses pergerakan pemulangan di bandara agar tetap berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga jemaah terakhir.
Baca Juga: Revolusi Layanan Haji 2026: Kemenhaj Jamin Fasilitas Inklusif Bagi Lansia dan Disabilitas
