BPS Catat Inflasi Mei 2026 Naik Menjadi 0,28 Persen, Dipicu Harga Pangan dan Transportasi

Fluktuasi harga melanda sejumlah bahan pokok dengan kenaikan pada beras dan minyak goreng, serta penurunan pada cabai dan daging ayam./Dok. Antara

Kenaikan di Seluruh Komponen Pembentuk

Ditinjau dari komponen pembentuknya, BPS mencatat tren kenaikan harga terjadi di seluruh lini:

  • Komponen Inti: Mengalami inflasi 0,22 persen. Faktor pendorongnya meliputi kenaikan harga minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, pelumas/oli mesin, nasi dengan lauk, hingga biaya pemeliharaan rutin kendaraan.

  • Komponen Harga Diatur Pemerintah (Administered Prices): Mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,52 persen. Komoditas yang dominan berkontribusi adalah bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif penerbangan, sigaret kretek mesin (SKM), serta solar.

  • Komponen Harga Bergejolak (Volatile Food): Mengalami inflasi sebesar 0,22 persen, yang didominasi oleh fluktuasi harga komoditas pangan segar seperti cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau.

Baca Juga: Tanggapi Hasil Survei BPS Terkait Pelaksanaan Haji, Bamsoet Soroti Soal Tenda Armuzna

Exit mobile version