Jemaah Haji Lansia Asal Banyuwangi Meninggal Dunia Usai Fase Armuzna
FAKTANASIONAL.NET — Seorang jemaah haji perempuan asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji. Jemaah bernama Patonah (71), warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, m…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Seorang jemaah haji perempuan asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji.
Jemaah bernama Patonah (71), warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (31/5/2026).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Banyuwangi, Imam Mustakim, membenarkan kabar duka tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 82 itu sebelumnya sempat tidak sadarkan diri saat berada di tenda Mina pada Kamis (28/5/2026).
"Beliau mengalami penurunan kondisi fisik setelah menjalani serangkaian aktivitas ibadah di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina (Armuzna) yang memang dikenal sangat menguras tenaga, terutama bagi jemaah lanjut usia," kata Imam saat dikonfirmasi.
Sempat Ikuti Skema Murur dan Pembadalan Jumrah
Mengingat kondisi fisiknya yang terus melemah sejak berada di Arafah, pihak petugas kloter sebenarnya telah mengambil langkah antisipasi demi menjaga keselamatan jemaah tersebut. Saat perpindahan massal, Patonah diikutkan dalam skema murur, yaitu melintas di Muzdalifah di dalam bus tanpa menginap (mabit).
Selain itu, kewajiban pelaksanaan lempar jumrah di Mina untuk Patonah juga sudah dibadalkan atau diwakilkan oleh rekan sesama jemaah demi menghindari aktivitas fisik yang berlebihan.
Namun, kondisi kesehatan Patonah dilaporkan kembali memburuk secara progresif pada malam hari hingga memasuki fase kritis keesokan paginya. Berdasarkan pemeriksaan klinis awal di tenda, dokter kloter sempat menilai jemaah telah meninggal dunia.
Upaya Medis Darurat Berakhir di RS Mina Al Wadi
Sesuai dengan prosedur otoritas setempat, jemaah kemudian dirujuk menggunakan tandu ke Klinik Mina untuk memastikan kondisinya secara definitif melalui pemeriksaan dokter Arab Saudi.
Sesampainya di Klinik Mina, tim medis darurat Arab Saudi sempat melakukan tindakan code blue atau resusitasi jantung paru untuk mengupayakan penyelamatan karena melihat masih adanya potensi tanda-tanda kehidupan.
Sederet upaya kegawatdaruratan lanjutan sesuai standar internasional terus diberikan selama proses evakuasi, hingga akhirnya Patonah secara resmi dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Mina Al Wadi.
Baca Juga: Masuki Hari Ke-25 Operasional Haji, Kemenhaj Perketat Tata Kelola Pembayaran Dam Jemaah Indonesia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.