Dorongan Menjadi Agen Perubahan
Dalam kesempatan tersebut, Fajar turut membagikan pengalaman pribadinya yang berhasil menempuh pendidikan tinggi lewat jalur beasiswa guna memotivasi para siswa.
Ia meminta anak-anak Sekolah Rakyat tidak ragu untuk menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
“Besok kalau sudah lulus dari SR ambil S1, jadilah orang yang berprestasi, cari beasiswa di S2 dan S3, lanjutkan sampai selesai,” ungkap Fajar.
Lewat program ini, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi dan berkarakter, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Lulusannya diproyeksikan menjadi agen perubahan yang mampu memutus mata rantai kemiskinan di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Hilirisasi Lewat Sinergi Antarkementerian
Langkah pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama lintas kementerian yang telah diinisiasi sebelumnya.
Kementerian Sosial bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah menandatangani Adendum Kesepahaman (MoU) terkait sinergi fungsi bidang sosial dan pendidikan tinggi.
MoU tersebut dirancang sebagai wadah hilirisasi agar para siswa Sekolah Rakyat memiliki arah yang jelas setelah lulus, baik yang ingin melanjutkan studi maupun yang ingin langsung memasuki dunia kerja.
Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, saat ini tercatat ada lebih dari 6.000 siswa SMA Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang diproyeksikan akan menyelesaikan pendidikan mereka pada tahun 2028 mendatang.
Baca Juga: Polsek Sungai Pinyuh Selesaikan Kasus Dugaan Asusila Lewat Mediasi Masyarakat
