Beliau memastikan keluarganya sama sekali tidak terlibat,” papar Krisna Murti. Ia juga menekankan bahwa hingga detik ini tidak ada informasi keterlibatan keluarga Sony.
Oleh sebab itu, fokus utama tim kuasa hukum saat ini murni mengegolkan pengajuan status justice collaborator.
Sebagai penutup, sang pengacara membantah keras anggapan yang menyebutkan bahwa Sony adalah otak utama dari tindak pidana korupsi ini.
Selama proses pemeriksaan awal oleh penyidik, kliennya diakui baru membeberkan fakta yang sebatas tugas pokok dan fungsinya saja. Namun, strategi itu dipastikan segera berubah.
“Yang jelas beliau bukan pelaku utama. Setelah urusan tupoksi selesai, beliau akan membongkar semuanya. Ini termasuk masalah pengadaan motor dan pengadaan IT yang selama ini baru disentuh sebagian,” imbuh Krisna.
Ia memprediksi bahwa pada pekan depan, Sony akan membuka borok pengadaan di badan gizi tersebut secara paripurna, termasuk membeberkan nama-nama tokoh yang turut terlibat.[dit]
