Kejar Ketertinggalan di ASEAN, Pemerintah Desak Percepatan Roadmap Kemandirian Susu Nasional

Pemerintah mendesak percepatan roadmap kemandirian susu nasional untuk mendongkrak produksi dalam negeri yang saat ini baru mampu memenuhi 20 persen kebutuhan nasional./Dok. Kemendiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mengambil langkah tegas untuk memangkas ketergantungan tinggi terhadap impor susu dengan mendorong percepatan penyusunan dan implementasi roadmap (peta jalan) kemandirian susu nasional.

Langkah strategis ini dinilai krusial demi memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani di Tanah Air.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa penguatan sektor persusuan nasional tidak bisa dilakukan setengah-setengah.

Harus ada pembenahan total yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir demi mengejar lonjakan kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga: Johan Rosihan Ingatkan Pemerintah Soal Ketergantungan Impor Pangan dan Bahaya ‘Naturalisasi Pangan’

“Langkah kita semua, kegotongroyongan kita semua, untuk segera menyelesaikan roadmap produksi susu mulai dari hulu hingga hilir, wajib segera kita lakukan,” ujar Hanif di Jakarta, dikutip Senin (15/6/2026).

Impor Susu Masih Menggurita di Angka 80 Persen

Urgensi penyusunan peta jalan ini bukan tanpa alasan. Hanif membeberkan data memprihatinkan terkait kesenjangan yang lebar antara produksi domestik dan konsumsi nasional:

  • Produksi Susu Nasional: Baru menyentuh angka sekitar 1 juta ton per tahun.

  • Kebutuhan Nasional: Telah menembus sekitar 400 juta ton per tahun.

  • Ketergantungan Impor: Lebih dari 80 persen kebutuhan susu masyarakat Indonesia terpaksa dipasok dari luar negeri.

“Itu berarti lebih dari 80 persen kebutuhan masih dipenuhi dari impor. Maka langkah-langkah kita semua untuk segera menyelesaikan roadmap produksi susu menjadi sangat penting,” tuturnya.

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Kondisi ini diperparah dengan tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia berada di peringkat bawah dalam hal pemenuhan gizi dari susu.

Exit mobile version