Antisipasi Lonjakan Pelintas Jelang Pembukaan PLB Temajuk Karantina Kalbar Gencarkan Edukasi Warga

Karantina Kalbar menggencarkan edukasi persyaratan dan memperkuat pengawasan perbatasan menyambut rencana pembukaan PLB Temajuk pada Agustus mendatang. (Dok. Ist)

SAMBAS, FAKTANASIONAL.NET – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Barat memperkuat pengawasan perbatasan negara menjelang pembukaan PLB Temajuk pada bulan Agustus mendatang.

Penguatan pengawasan perbatasan ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya komoditas dari Malaysia melalui pintu masuk wilayah Kabupaten Sambas.

Pihak otoritas karantina mengombinasikan aksi edukasi masyarakat dalam agenda Gema Membangun Desa pada Jumat (13/6/2026).

Langkah edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan operasional secara langsung oleh Tim Satuan Pelayanan PLBN Aruk pada Minggu (14/6/2026).

Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan seluruh kelengkapan persyaratan perkarantinaan dapat terpenuhi secara ketat oleh para pelintas batas.

Hal ini merespons proyeksi peningkatan tajam atas jumlah pelintas maupun lalu lintas komoditas dari negara tetangga ke depannya.

Kepala Karantina Kalimantan Barat Ferdi menegaskan pentingnya kesadaran warga dalam menjaga keamanan wilayah dari ancaman penyakit eksotik.

Optimalisasi pengawasan terhadap media pembawa hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan menjadi kunci utama perlindungan negara.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina PLBN Aruk Reno Putra turut memberikan penekanan terkait standardisasi pelayanan di pintu masuk utara tersebut.

Ia meminta seluruh petugas untuk memastikan sistem operasional menjelang pembukaan PLB Temajuk ini berjalan secara maksimal di lapangan.

“Pembukaan PLB Temajuk ini diproyeksikan memicu lonjakan pelintas, sehingga kesiapan personel serta sistem pengawasan harus benar-benar optimal. Kami mengimbau seluruh masyarakat dan calon pelintas untuk selalu mematuhi aturan dengan melaporkan serta memastikan kelengkapan persyaratan perkarantinaan terhadap setiap komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan yang dibawa,” ujarnya.

Penerapan biosekuriti secara ketat di wilayah ujung utara Sambas ini merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah dalam melindungi sumber daya alam.

Pengaktifan kembali pos lintas batas tersebut diharapkan mampu membuka akses pariwisata yang luas bagi masyarakat luar daerah.

Kehadiran fasilitas pelintasan negara ini juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga perbatasan setempat.

Pihak Karantina Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mengawal perputaran roda perekonomian daerah melalui sinergi bersama instansi terkait.

Sinergi antarinstansi ini mutlak diperlukan demi mewujudkan kawasan perbatasan negara yang senantiasa aman sehat dan berdaulat.

(*Red)

Exit mobile version