Tragedi Maut B-52: Pesawat Pembom AS Jatuh di Los Angeles, Delapan Orang Tewas

Tragedi Maut B-52: Pesawat Pembom AS Jatuh di Los Angeles, Delapan Orang Tewas/(Pesawat B-52 Stratofortress (Foto: Getty Images/Smith Collection/Gado)

Angkatan Udara AS memproyeksikan burung besi raksasa ini akan terus beroperasi hingga tahun 2050 mendatang.

Pengiriman pertama dari 102 unit B-52H diserahkan kepada Komando Udara Strategis pada Mei 1961. Khusus varian H, pesawat mampu mengangkut maksimal 20 rudal jelajah dari udara.

Reputasi tempur B-52 sangat teruji dalam berbagai misi genting, sejak meluncurkan rudal konvensional pada Perang Teluk (Operasi Badai Gurun) dekade 1990-an, Operasi Allied Force di Yugoslavia, hingga Operasi Inherent Resolve pada 2016.

Sebuah rekor fantastis tercipta pada 2-3 September 1996 saat dua armada B-52H sukses melumpuhkan pembangkit listrik serta fasilitas komunikasi Baghdad menggunakan 13 rudal jelajah konvensional AGM-86C (CALCM) dalam Operasi Desert Strike.

Misi tersebut mencetak rekor tempur jarak terjauh saat itu, memakan waktu perjalanan udara 34 jam sejauh 16.000 mil bolak-balik dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale, Louisiana.[dit]

Exit mobile version