FAKTANASIONAL.NET – Mengutip pernyataan Pengamat Geopolitik Internasional, Tengku Zulkifli Usman melalui laman Facebook-nya yang dilansir redaksi pada Selasa (18/6/2026), sebuah babak baru tercipta.
Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan telah meresmikan nota kesepahaman (MoU) penghentian konflik dengan Iran di Prancis. Langkah diplomatis ini langsung menjadi sorotan tajam di kancah global.
Meski tanda tangan awal bersifat simbolis, acara puncak peresmian kesepakatan ini dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang dengan kehadiran delegasi tingkat tinggi kedua belah pihak.
Dokumen tersebut di atas kertas menyudahi konflik berdarah yang telah berkecamuk lebih dari 100 hari.
Kendati demikian, meredanya ketegangan militer ini amat bergantung pada penerapan 14 poin kesepakatan rahasia di lapangan.
Berdasarkan pengamatan Usman, rincian ke-14 poin tersebut hanya diketahui secara pasti oleh Washington dan Teheran.
