Perusahaan plat merah ini diduga kuat memiliki keterlibatan langsung dalam rantai pengadaan alat electronic data capture (EDC), yang menjadi instrumen paling vital dalam program digitalisasi SPBU Pertamina.
“Penyidik mendalami pengetahuan yang bersangkutan terkait PT Finnet Indonesia sebagai anak usaha Telkom yang masuk pada rantai proses pengadaan EDC pada proyek digitalisasi SPBU,” tegas Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat, mengutip dari pernyataan resmi yang dirilis media massa.
Upaya keras KPK untuk membongkar skandal pengadaan ini bukanlah operasi yang baru seumur jagung.
Kasus dugaan rasuah pada proyek digitalisasi SPBU Pertamina untuk rentang periode pelaksanaan 2018 hingga 2023 ini sejatinya telah berstatus penyidikan sejak September 2024.
Demi menuntaskan perkara hukum ini hingga ke akar, KPK secara maraton memanggil berbagai pihak yang dinilai mengetahui aliran dana.
Tercatat semenjak 20 Januari 2025, rentetan saksi terus dihadirkan ke ruang pemeriksaan demi merangkai kepingan fakta. Publik kini menantikan babak baru dari pengusutan kasus yang menyita perhatian luas ini.[dit]
