Diakui FAO: Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar di Asia Tenggara dan Peringkat Ke-4 Dunia

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) secara resmi menobatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-4 di dunia./Dok. Kementan
  • India: Mencatatkan kenaikan sebesar 1,7 juta ton.

  • Brasil: Mencatatkan kenaikan sebesar 1,5 juta ton.

  • Bangladesh: Mencatatkan kenaikan sebesar 1,1 juta ton.

Amran menilai bahwa lonjakan angka ini menjadi indikator kuat bahwa berbagai program hilirisasi dan upaya peningkatan produktivitas pertanian yang diganjar pemerintah mulai membuahkan hasil yang signifikan di lapangan.

Jaga Stabilitas Domestik hingga Perkuat Cadangan Pangan Global

Selain mencatatkan rapor hijau pada volume produksi, pemantauan instansi PBB ini juga memberikan nilai plus pada tata kelola logistik Indonesia.

FAO mengapresiasi keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani bumi putra serta konsistensinya dalam mempertebal stok cadangan beras nasional.

Dalam laporan bertajuk Food Outlook edisi Juni 2026, FAO secara eksplisit menyebutkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan stok beras dalam negeri turut memberikan kontribusi besar bagi kestabilan dan ketersediaan cadangan pangan dunia.

Organisasi dunia tersebut memperkirakan total stok beras global pada akhir periode komoditas 2026/2027 dapat menyentuh angka kumulatif 213,8 juta ton. Angka fantastis tersebut digadang-gadang akan menjadi rekor stok pangan tertinggi kedua di dunia dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Melalui tren positif yang terus terjaga ini, pemerintah optimistis dapat semakin memperkokoh pilar ketahanan pangan nasional secara mandiri, sekaligus menaikkan posisi tawar serta pengaruh diplomasi ekonomi Indonesia dalam peta geopolitik pangan dunia.

Baca Juga: Pemerintah Impor 35 Ribu Ton Beras, Swasembada Omon-Omon?

Exit mobile version