JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Cendekiawan bangsa, Ir R Haidar Alwi menilai Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh adalah pertanda lahirnya ekosistem baru Polri Presisi.
Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh secara resmi diluncurkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 23 Juni 2026, dalam Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta Selatan.
“Ini menjadi salah satu kebijakan yang menunjukkan semakin luasnya transformasi Polri Presisi di bidang pelayanan publik,” kata Haidar Alwi saat diminta komentar oleh insan pers di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh tersebut dirancang untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi para buruh melalui jaringan Rumah Sakit Bhayangkara yang tersebar di Indonesia.
Program ini sangat krusial di tengah dinamika ekonomi global, perubahan struktur industri, dan meningkatnya persaingan antarnegara dalam memperebutkan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, dan daya saing ekonomi,
“Kebijakan ini menghadirkan perspektif baru bahwa pembangunan nasional tidak lagi hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada kemampuan negara melindungi manusia yang menggerakkan roda perekonomian bangsa,” ungkap Haidar Alwi.
Pendiri lembaga kajian, Haidar Alwi Institute (HAI) itu menilai kebijakan ini memperlihatkan bahwa konsep Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terus berkembang menjadi pendekatan yang lebih humanis, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Dalam konteks, Haidar Alwi yang juga Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, memandang Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai salah satu implementasi nyata Polri Presisi yang mampu menghubungkan keamanan, kesehatan, dan produktivitas nasional dalam satu ekosistem pembangunan yang utuh.
“Di abad ke-21, kekuatan negara tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga oleh kemampuan melindungi manusia yang menggerakkan ekonomi bangsa. Ketika Polri menjaga kesehatan buruh, sesungguhnya Polri sedang menjaga produktivitas nasional, memperkuat daya saing Indonesia, dan membangun fondasi Indonesia Emas yang lebih tangguh di masa depan,” tegas Haidar Alwi.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh bukan sekadar program pelayanan kesehatan, melainkan bagian dari arsitektur baru pembangunan nasional yang menempatkan manusia sebagai pusat kekuatan ekonomi Indonesia. Untuk memahami besarnya dampak kebijakan ini, publik perlu melihat posisi buruh sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa.
Buruh Adalah Kelompok Strategis yang Menentukan Masa Depan Perekonomian Indonesia.
Buruh merupakan salah satu kelompok strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka berada di balik aktivitas industri manufaktur, logistik, transportasi, konstruksi, perdagangan, dan berbagai sektor produktif yang menjaga perputaran ekonomi nasional setiap hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan buruh pada hakikatnya sama dengan menjaga produktivitas nasional.
Dalam perspektif pembangunan modern, kesehatan bukan lagi dipandang sebagai biaya, melainkan investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia atau human capital. Negara-negara maju membangun daya saingnya melalui kualitas manusianya, dan Indonesia pun sedang memperkuat fondasi tersebut.
