FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kota Singkawang mempercepat capaian program STBM di Singkawang melalui rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Singkawang pada Rabu, 24 Juni 2026, demi memenuhi target rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti membuka langsung agenda strategis tersebut yang bertempat di Ruang Bumi Bertuah.
Acara ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Nurlia serta Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Achmad Hardin.
Berdasarkan data elektronik monitoring dan evaluasi hingga Mei 2026, akses sanitasi di wilayah tersebut sebenarnya telah mencapai 99,53 persen.
Meskipun demikian, baru 18 kelurahan atau sekitar 69,23 persen dari total wilayah Singkawang yang resmi berstatus bebas dari buang air besar sembarangan.
“Masih terdapat sekitar 290 kepala keluarga atau 0,47 persen yang melakukan buang air besar sembarangan. Selain itu, terdapat delapan kelurahan yang belum berstatus ODF sehingga diperlukan percepatan melalui penguatan koordinasi, regulasi, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nurlia.
Achmad Hardin menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penyediaan sanitasi layak ini berada di kawasan bantaran sungai dan daerah pegunungan karena faktor geografis serta kebiasaan lama warga.
Pihak pemerintah daerah terus mengupayakan edukasi perubahan perilaku dan membangun sarana sanitasi yang jauh lebih higienis untuk masyarakat setempat.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas Perkimta, PUPR, Baznas, pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk membantu pembangunan WC dengan septic tank yang lebih sehat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan pegunungan,” kata Achmad Hardin.
Dwi Yanti juga mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah kota untuk menjadi teladan nyata dalam menerapkan pola hidup bersih kepada masyarakat.
“Keteladanan dari Bapak dan Ibu sekalian akan menjadi motor penggerak kesadaran masyarakat. Mari tinggalkan kebiasaan lama dan bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif,” tutur Dwi Yanti.
Langkah taktis program STBM di Singkawang ini bertumpu pada lima pilar utama termasuk penghentian buang air besar sembarangan hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga demi menekan risiko stunting.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh perwakilan lintas sektor menandatangani komitmen bersama demi memastikan keberhasilan target sanitasi total tersebut dapat segera terwujud secara merata.
(*Red)
