FAKTANASIONAL.NET – Bank Kalbar resmi berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat dalam penyelenggaraan Layanan Perbankan Nusantara atau Lentera Batas Negeri di Pos Lintas Batas Negara Entikong Kabupaten Sanggau pada 23 hingga 25 Juni 2026.
Kegiatan strategis tersebut diselenggarakan sebagai langkah konkret pemerintah beserta instansi perbankan untuk memperkuat kedaulatan Rupiah di kawasan perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui program kolaborasi ini pihak perbankan ingin memastikan seluruh masyarakat perbatasan memperoleh akses mudah terhadap keberadaan uang Rupiah yang sangat layak edar.
Otoritas perbankan juga berupaya memberikan edukasi mengenai kampanye Cinta Bangga dan Paham Rupiah kepada seluruh lapisan masyarakat di beranda terdepan negara tersebut.
Program ini turut mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui ketersediaan layanan kode respons cepat berstandar nasional hingga lintas batas negara guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga.
“Dalam hal sistem pembayaran digital, Bank Kalbar ada QRIS Cross Border,” ujar Direktur Kepatuhan Bank Kalbar RSM Al Amin.
Pelaksanaan agenda Lentera Batas Negeri pada tahun ini merupakan bentuk kelanjutan dari kesuksesan program serupa yang sebelumnya digelar di Pos Lintas Batas Negara Aruk Kabupaten Sambas pada tahun 2025 lalu.
Keberhasilan program tahun lalu tersebut menjadi landasan kuat bagi upaya perluasan cakupan layanan di wilayah Entikong melalui sinergi bersama berbagai instansi lintas sektoral pemerintah pusat dan daerah.
Masyarakat setempat memperoleh beragam fasilitas kemudahan selama kegiatan berlangsung mulai dari layanan penukaran uang kas keliling hingga akses layanan sentra perlindungan konsumen keuangan.
Pihak penyelenggara juga mengadakan Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan seribu paket sembako sebagai upaya nyata menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi daerah.
Gelaran perbankan di perbatasan ini turut menghadirkan Pasar Batas Nusantara yang secara khusus melibatkan partisipasi dua puluh tiga pelaku usaha mikro kecil dan menengah binaan Rumah BUMN Sanggau.
Selama perhelatan tersebut para pelaku usaha berhasil mencatatkan penjualan sebanyak seratus tiga puluh satu produk lokal dengan total omzet mencapai empat setengah juta rupiah.
Capaian transaksi tersebut sekaligus sukses memperluas jangkauan promosi produk usaha lokal andalan daerah kepada masyarakat umum maupun para pelintas batas negara.
Bank Indonesia juga menghadirkan fasilitas Rupiah Corner Perbatasan sebagai sarana edukasi interaktif bagi masyarakat untuk mengenali ciri keaslian uang kertas yang sah.
Selain edukasi mengenai peran bank sentral fasilitas tersebut juga memberikan pengetahuan tambahan mengenai pesatnya tren perkembangan ekosistem sistem pembayaran digital di era modern.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi pertemuan bisnis yang mempertemukan langsung para pelaku usaha dengan berbagai pihak seperti distributor investor hingga perwakilan lembaga pembiayaan guna memperluas peluang kemitraan.
(*Red)
