DALAM kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, organisasi, maupun pergaulan, tidak semua orang memperlakukan sesamanya dengan rasa hormat.
Ada kalanya seseorang datang dengan niat bekerja secara profesional, tetapi justru menghadapi orang yang gemar merendahkan, menyindir, atau merasa dirinya lebih hebat dibanding orang lain.
Perilaku seperti ini sering kali memicu pertanyaan, apakah sebaiknya diam atau melawan?
Sikap diam bukan berarti lemah. Dalam banyak situasi, menahan emosi justru menunjukkan kedewasaan.
Namun, diam juga tidak boleh diartikan sebagai membiarkan diri terus-menerus diperlakukan tidak adil.
Setiap orang memiliki hak untuk menjaga harga diri dan menyampaikan keberatan dengan cara yang tegas.
Menunjukkan siapa diri kita bukan berarti membalas hinaan dengan hinaan atau emosi dengan emosi.
