Operasional Satu Abad, PLTP Kamojang Catat Rekor Produksi Listrik 1.806,41 GWh

Sepanjang tahun 2025, fasilitas yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) ini mencatatkan produksi tertinggi sebesar 1.806,41 GWh dengan total kapasitas terpasang 235 MW./Dok. Pertamina

Kapasitas Terpasang dan Dampak Lingkungan

Berdasarkan data operasional sepanjang tahun 2025, PLTP Kamojang membukukan total produksi listrik sebesar 1.806,41 Gigawatt hour (GWh).

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,23 persen secara year-on-year (YoY) dan menjadi volume produksi tertinggi di antara seluruh wilayah kerja yang dikelola oleh PGE.

Saat ini, PGE Area Kamojang mengoperasikan lima unit PLTP dengan total kapasitas terpasang mencapai 235 Megawatt (MW). Pasokan daya dari seluruh unit pembangkit tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik harian bagi sekitar 260.000 rumah tangga secara stabil.

Dari sisi dampak lingkungan, operasional pembangkit listrik berbasis panas bumi di Kamojang ini diklaim mampu mereduksi emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun. Kontribusi penurunan emisi tersebut diintegrasikan dengan target pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia yang dicanangkan pada tahun 2060.

Pjs. General Manager PGE Area Kamojang, Manda Wijaya Kusuma, menyatakan bahwa fokus manajemen ke depan adalah menjaga stabilitas operasional melalui pemeliharaan aset dan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat.

“Capaian ini menjadi semangat bagi PGE untuk terus mengelola aset panas bumi secara optimal. Keandalan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan aspek operasi, keselamatan, keandalan aset, serta integritas dalam menjalankan seluruh proses bisnis,” ujar Manda Wijaya Kusuma.

Baca Juga: Berburu Mimpi ke Pentas Dunia lewat Pertamina Mandalika Racing Series 2026

Exit mobile version