Belasan Warga Dievakuasi Akibat Kepungan Asap Kebakaran TPA Mauk Tangerang

Asap pekat hasil pembakaran gunungan sampah membubung tinggi ke udara dan mulai menyelimuti wilayah permukiman padat penduduk. (Dok. BNPB)

FAKTANASIONAL.NET – Dampak kebakaran TPA Mauk di Kabupaten Tangerang mulai menimbulkan kerugian langsung bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.

Sebanyak 15 jiwa dari lima kepala keluarga terpaksa dievakuasi menuju fasilitas Balai Desa Tanjakan Mekar pada Rabu (1/7/2026).

Kebakaran yang melanda area pembuangan seluas 15 hektare sejak Selasa (30/6/2026) ini terus menghasilkan kepulan asap beracun ke arah permukiman.

Tim kesehatan pemerintah daerah telah disiagakan di berbagai titik pengungsian untuk memberikan layanan medis darurat bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Petugas gabungan juga langsung mendistribusikan bantuan masker secara massal sebagai mitigasi awal guna meminimalkan risiko paparan asap pekat.

Kepala BNPB Suharyanto meminta seluruh aparat di lapangan untuk bergerak cepat menjinakkan titik api demi keselamatan warga.

“Upayakan segera dipadamkan,” ujar Suharyanto.

Pemerintah pusat juga memutuskan untuk segera mendatangkan armada pemadam udara demi menekan intensitas kepulan asap yang meresahkan warga.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” tegas Suharyanto.

Selain membahayakan kesehatan warga dampak kebakaran TPA Mauk ini juga mendapat pengawasan ketat terkait radiusnya dengan objek vital nasional.

Lokasi titik kebakaran tersebut diketahui hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari kawasan ujung barat landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa seluruh jadwal dan aktivitas operasional penerbangan komersial hingga saat ini masih berjalan normal tanpa hambatan asap.

Tim gabungan terus bersiaga penuh mengawasi pergerakan arah angin agar krisis kebakaran sampah ini dapat segera dilokalisasi secara menyeluruh.

(*Red)

Exit mobile version