Fakta Nasional

Cetak Sejarah di Asia, Ini Profil Reidel Toiran: Pelatih Caretaker asal Kuba yang Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026

FAKTANASIONAL.NET — Sosok Reidel Toiran sukses menggoreskan tinta emas dalam sejarah bola voli Indonesia. Meski hanya berstatus sebagai caretaker atau pelatih sementara, pria asal Kuba ini berhasil mengantarkan Timnas Voli Putra Indonesia merengkuh…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 01 July 2026 📖 2 menit
Cetak Sejarah di Asia, Ini Profil Reidel Toiran: Pelatih Caretaker asal Kuba yang Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026
Indonesia mencetak sejarah baru usai menaklukkan Korea Selatan 3-0 di final./Dok. Volleyball World
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Sosok Reidel Toiran sukses menggoreskan tinta emas dalam sejarah bola voli Indonesia.

Meski hanya berstatus sebagai caretaker atau pelatih sementara, pria asal Kuba ini berhasil mengantarkan Timnas Voli Putra Indonesia merengkuh gelar juara AVC Men's Volleyball Cup 2026 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Prestasi gemilang tersebut dikunci skuad Merah Putih setelah tampil perkasa melibas Korea Selatan dengan skor telak 3-0 pada laga final yang berlangsung di Amdavad, India, Minggu (28/6/2026).

"Perasaan kami senang luar biasa. Ini pertama kali dalam sejarah Indonesia memenangkan piala ini," ujar Toiran penuh emosional selepas pertandingan puncak.

Lebih dari Sedekade Mengabdi di Nusantara

Baca Juga: Bungkam Thailand Lewat Drama 5 Set, Timnas Voli Indonesia Melesat ke Peringkat Kedua Klasemen AVC Cup 2026

Bagi para pencinta voli tanah air, Reidel Toiran bukanlah nama yang asing. Pria bertubuh jangkung dengan postur 201 cm kelahiran 31 Oktober 1984 ini telah menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun berkarier di industri bola voli Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Sebelum menjadi juru taktik yang disegani, Toiran adalah seorang outside hitter jempolan. Berikut adalah perjalanan karier lengkapnya:

Karier Sebagai Pemain:

  • 2002–2008: Memulai karier profesional di negara asalnya, Kuba, bersama klub Leopardos de Camaguey.

  • 2008–2013: Merantau ke Eropa dan memperkuat klub raksasa Portugal, Benfica.

  • 2013–2014: Pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia untuk membela klub legendaris Surabaya Samator.

  • 2014–2015: Sempat kembali ke Eropa untuk mencicipi atmosfer liga Estonia bersama Ralvere Vorkpalliklubi.

  • 2015–2020: Kembali ke pangkuan Surabaya Samator dan mengabdi di sana hingga memutuskan gantung sepatu pada akhir musim 2020.

Estafet Sukses Sebagai Pelatih Bertangan Dingin

Setelah pensiun sebagai pemain, Toiran tidak butuh waktu lama untuk membuktikan kapasitasnya di kursi kepelatihan.

Langkah perdananya dimulai saat ditunjuk menahkodai Jakarta Bhayangkara Presisi pada tahun 2022.

Meskipun sempat menyeberang sebentar untuk melatih tim putri Popsivo Polwan pada 2023, ia akhirnya kembali menukangi Jakarta Bhayangkara Presisi.

Di klub inilah magis Toiran sebagai pelatih mulai meledak. Ia sukses membawa Jakarta Bhayangkara Presisi merengkuh takhta juara Proliga selama dua musim beruntun, yakni pada edisi 2024 dan 2025.

Kualitas kepelatihannya semakin diakui di level internasional setelah ia berhasil membawa klubnya keluar sebagai jawara di ajang bergengsi Liga Champions Asia AVC 2026.

Rekam jejak mentereng dan mental juara inilah yang pada akhirnya membuat Toiran dipercaya menjadi pelatih sementara Timnas Indonesia.

Kepercayaan itu pun dibayar tuntas dengan sebuah trofi juara AVC Men's Cup 2026 yang sekaligus menasbihkan Indonesia sebagai kekuatan baru voli di Benua Asia.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK