Daerah  

Waktu Operasi Pemadaman Darurat Kebakaran Lahan TPA Sepatan Diperpanjang

Pengerahan helikopter pengebom air dan alat berat dimaksimalkan untuk menekan titik api dari udara serta darat. (Dok. BNPB)

FAKTANASIONAL.NET – Tim satuan tugas gabungan memutuskan untuk memperpanjang jam operasi pemadaman darurat di Tempat Pemprosesan Akhir Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga pukul 22.00 WIB.

Keputusan ini mulai diberlakukan pada hari ketujuh penanganan, Senin (6/7/2026), demi mempercepat matinya sisa bara api di lahan seluas 14 hektare tersebut.

Fokus utama tim lapangan pada jam tambahan ini adalah menerapkan metode injeksi mesin untuk membasahi area secara intensif hingga ke bagian dasar.

Metode pembasahan lahan ini dinilai sangat efektif untuk membunuh api yang masih bersembunyi di kedalaman tumpukan limbah rumah tangga.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan menjelaskan bahwa strategi penanganan bencana ini memang memerlukan teknis yang jauh lebih rumit.

“Upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut dimana api tidak berada di permukaan namun membara di dalam tumpukan sampah. Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk api di permukaan juga injeksi untuk api di bawah permukaan. Satgas udara water bombing menjangkau dari atas.”

Demi mendukung keberhasilan operasi pemadaman darurat ini, pihak berwenang terus menerjunkan kekuatan armada berskala besar ke lokasi kejadian.

Tercatat ada belasan armada pemadam kebakaran dan alat berat ekskavator yang bekerja keras meruntuhkan gunungan sampah.

Dukungan pemantauan situasi udara juga dilakukan secara real-time dengan menerbangkan dua unit pesawat tanpa awak di sekitar batas lahan.

Seluruh peralatan berat dan personel sejumlah 300 orang tersebut disebar secara merata melingkupi wilayah utara, tengah, serta selatan TPA.

Sinergi teknis antara petugas darat dan tim udara sangat menentukan kelancaran operasi pemadaman darurat yang sudah berjalan selama sepekan penuh.

Danau terdekat dari lokasi kejadian dikosongkan dari aktivitas warga untuk difungsikan sebagai sumber air strategis yang menjamin kelancaran suplai pengeboman udara.

Mengingat wilayah tersebut mulai memasuki fase kemarau panjang, otoritas kebencanaan mengingatkan bahaya kekeringan yang mudah memicu percikan api.

Peristiwa ini menjadi teguran keras bagi pengelola fasilitas serupa agar rutin melakukan pembasahan area tempat penampungan limbah.

Masyarakat yang bermukim di perbatasan area juga diimbau untuk segera menghentikan praktik pembakaran limbah domestik tanpa pengawasan ketat.

(*Red)

Exit mobile version