FAKTANASIONAL.NET – Tantangan utama operasi pemadaman TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang kini bergeser pada penanganan kepulan asap tebal.
Pada hari ketujuh penanganan intensif sebaran api di permukaan lahan pembuangan tersebut dilaporkan sudah berhasil diredam secara bertahap.
Meski demikian tim gabungan di lapangan masih harus menghadapi ancaman bara api yang bersembunyi jauh di bawah gunungan material sampah.
Berdasarkan deteksi alat geotermal area di dalam tumpukan material sisa masih menyimpan potensi panas bumi yang tinggi dan memproduksi gas.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan menjelaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan asap terus menyembul ke permukaan luar.
“Saat ini api itu di permukaan tidak kelihatan, namun adanya asap yang keluar dari dalam tumpukan sampah. Dimungkinkan di dalamnya itu ada sumber panas karena mengandung gas,” tambah Djohan.
Situasi krusial ini memaksa tim gabungan untuk bersiaga penuh dan melakukan penyiraman air secara konstan menembus zona dalam tumpukan.
Pemerintah juga merencanakan opsi penanganan darurat jangka panjang melalui penerapan rekayasa Operasi Modifikasi Cuaca.
BNPB tercatat telah menjalin koordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sejak awal insiden ini mencuat.
Namun rencana pembuatan hujan buatan tersebut belum dapat dieksekusi oleh otoritas terkait di lapangan hingga saat ini.
Keberlanjutan operasi pemadaman TPA Jatiwaringin menggunakan jalur cuaca buatan terhambat oleh minimnya pertumbuhan awan potensial.
Petugas memantau bahwa kondisi tutupan awan di atas kompleks pembuangan akhir dan sekitarnya masih belum memenuhi syarat kelayakan.
BNPB bersama BMKG terus mengawasi dinamika atmosfer di langit Kabupaten Tangerang secara ketat setiap harinya.
Otoritas berwenang menegaskan akan segera mengajukan izin penyemaian awan segera setelah kondisi meteorologis memenuhi standar kelayakan curah hujan.
Tim darat dan udara saat ini dituntut untuk memaksimalkan sumber daya air yang ada sebelum bantuan alam berupa hujan dapat direalisasikan.
(*Red)
