Padahal, keberhasilan satu orang seharusnya menjadi kebanggaan seluruh tim.
Tidak ada gunanya menjadi karyawan paling hebat jika lingkungan kerja penuh persaingan yang tidak sehat. Sebab pada akhirnya, perusahaan tidak membutuhkan individu yang hanya pandai bekerja sendiri.
Perusahaan membutuhkan orang-orang yang mampu membuat orang lain ikut berkembang.
Menurut saya, pemimpin yang baik pun bukanlah mereka yang selalu tampil paling depan. Pemimpin sejati justru mampu menciptakan banyak orang hebat di sekitarnya.
Ia tidak takut bawahannya lebih pintar. Ia tidak khawatir jika timnya mendapat pujian. Karena baginya, keberhasilan tim adalah keberhasilan dirinya juga.
Sebaliknya, pemimpin yang hanya ingin terlihat hebat biasanya sibuk mencari pengakuan. Semua keputusan harus berasal darinya, semua keberhasilan harus dikaitkan dengannya, sementara kegagalan selalu dilimpahkan kepada orang lain. Kepemimpinan seperti ini mungkin terlihat kuat di luar, tetapi rapuh di dalam.
Begitu pula seorang karyawan. Tidak perlu sibuk membandingkan siapa yang bekerja paling keras. Sebab yang lebih penting adalah apakah pekerjaan kita mampu membantu tim mencapai target bersama.
Kadang ada orang yang bekerja hingga larut malam, tetapi hasilnya tidak memberi dampak besar bagi perusahaan. Di sisi lain, ada rekan yang bekerja lebih efisien dan mampu menyelesaikan persoalan bersama tim dengan cepat. Maka ukuran kontribusi bukan sekadar banyaknya jam kerja, melainkan manfaat yang diberikan kepada tujuan bersama.
Saya selalu percaya bahwa kekompakan jauh lebih mahal daripada sekadar kecerdasan individu. Orang pintar bisa saja menyelesaikan satu masalah, tetapi tim yang kompak mampu menyelesaikan ratusan tantangan secara berkelanjutan.
Perusahaan-perusahaan besar di dunia pun tidak dibangun oleh satu orang saja. Di balik setiap inovasi, setiap produk, dan setiap pencapaian, selalu ada ribuan tangan yang bekerja dengan dedikasi. Ada orang yang mungkin tidak pernah dikenal publik, tetapi tanpa mereka roda perusahaan tidak akan pernah berputar.
Karena itu, sudah saatnya budaya “siapa yang paling hebat” diganti dengan budaya “bagaimana kita bisa menjadi tim yang lebih hebat”. Sebab pelanggan tidak peduli siapa yang paling berjasa di dalam perusahaan. Mereka hanya melihat hasil akhir yang diberikan oleh seluruh tim.
Pada akhirnya, perusahaan bukan panggung untuk mencari siapa yang paling bersinar. Perusahaan adalah tempat berbagai kemampuan dipadukan untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar daripada kemampuan setiap individu.
Tidak ada yang paling unggul di dalam sebuah perusahaan. Yang benar-benar unggul adalah tim yang saling percaya, saling menghormati, dan saling melengkapi.
Sebab hal yang besar tidak dibangun oleh satu orang yang luar biasa, melainkan oleh banyak orang biasa yang memilih bekerja bersama dengan cara yang luar biasa.[dit]
