Daerah  

Kebakaran TPA Jatiwaringan Padam, KLH Tetap Pantau Potensi Kemunculan Api Tersembunyi di Bawah Permukaan Tumpukan Sampah

“Terkait pemantauan udara, alat pantau udara dari KLH masih terus berada di lokasi. Saat ini terpantau secara average konsentrasi PM 2.5 sudah menurun jauh ke angka 172.84 (8 Juli) dan 117,03 (9 Juli),” tuturnya.

Pemerintah daerah (pemda) tetap menjalankan arahan Menteri Lingkungan Hidup yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026 untuk mengantisipasi kejadian kebakaran.

Menyoal penyelidikan penyebab kebakaran, ucap Diaz Hendropriyono, Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLH bersama jajaran terkait akan melakukan verifikasi lapangan setelah kondisi TPA lebih kondusif.

“Untuk penyelidikan, tadi Irjen Pol Rizal, Deputi Gakkum, melaporkan akan memulai verlap, setelah kondisi di TPA sudah lebih kondusif. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya,” ujarnya.

Sebelumnya, BNPB menyatakan area lahan utama TPA Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten yang terdampak kebakaran sekitar 15 hektare yang padam setelah 10 hari.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengutarakan api berhasil dipadamkan berkat kerja keras dan kolaboratif dari tim gabungan penanganan darurat dari sejak peristiwa dilaporkan 30 Juni 2026 hingga Kamis (9/7/2026) malam.

“Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif,” ujarnya. (adm)

Exit mobile version