Krisis Murid Baru 2026: Deretan SD Negeri di Berbagai Daerah yang Kosong Tanpa Pendaftar

Ilustrasi - Fenomena kosongnya pendaftar ini melanda sejumlah SDN di Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Bali akibat pergeseran demografi dan ketatnya persaingan dengan sekolah swasta./Dok. Katasumbar

“Beberapa SMP yang mendapatkan siswa antara nol hingga lima orang ada 10 SMP swasta, untuk SD ada 12 sekolah, baik negeri maupun swasta,” kata Nugroho.

Guna mencari solusi jangka panjang, Disdikpora akan menyelaraskan data sekolah dengan tren kependudukan dari dinas terkait.

“Salah satunya melalui data dari Dinas Kependudukan mengenai jumlah anak pada kelompok usia sekolah,” tambahnya.

Jawa Timur: Sukses KB hingga Kalah Saing dengan Sekolah Agama

Bergeser ke Jawa Timur, empat SDN di Kabupaten Ponorogo dilaporkan kosong tanpa pendaftar baru. Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, menegaskan bahwa fenomena ini harus disikapi serius dan tidak boleh lagi dianggap sebagai angin lalu tahunan.

Riyanto menyoroti keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang menurunkan angka kelahiran, serta pergeseran minat masyarakat ke sekolah swasta.

“Di SD swasta yang berbau agama itu rata-rata malah membludak. Nah, di SDN sendiri banyak yang hanya menerima siswa sangat minim, dan bahkan hari ini ada empat SD yang kosong, tidak mendaftar. Ini menjadi pemikiran kita bersama,” tegas Riyanto pada Rabu (15/7). Komisi D pun berencana memanggil pihak dinas pendidikan untuk menyelamatkan sekolah negeri di wilayah pinggiran.

Sementara itu di Tulungagung, tiga sekolah mengalami nasib serupa, yakni SDN 4 Besuki, SDN 5 Bungur, dan satu SD swasta Dlodo di Kecamatan Pucanglaban.

Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, menuturkan bahwa SDN 4 Besuki kosong karena lokasinya yang terisolasi.

“Pada tahun ini untuk anak usia kelas 1 minim, sehingga tidak ada pendaftar,” kata Zuyun, Senin (13/7).

Meski begitu, Zuyun memastikan aktivitas belajar mengajar untuk kelas 2 hingga 6 tetap berjalan normal. Menariknya, dinamika ini fluktuatif.

Di saat SDN 2 Sembon hanya mendapat 1 murid, SDN Pucung 2 murid, dan SDN 2 Plandaan 2 murid, ada sekolah yang justru bangkit. “SDN 2 Kedungwaru yang dulunya minim pendaftar, tahun ini dapat 11 murid,” ungkap Zuyun.

Bali: Ironi Empat Tahun Tanpa Siswa Baru akibat Urbanisasi

Kondisi paling ironis terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali. SDN 6 Bhuana Giri yang terletak di Kecamatan Bebandem mencatatkan rekor kelam dengan tidak mendapatkan satu pun siswa baru selama empat tahun berturut-turut.

Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, meluapkan keprihatinannya pada Senin (13/7).

“Tahun ini kami kembali enggak dapat siswa baru,” ungkap Made Suartika.

Padahal, pihak sekolah sudah gencar melakukan sosialisasi door-to-door menjelang tahun ajaran baru. Masalah utama di wilayah ini adalah demografi.

Dari sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang tersisa, mayoritas diisi oleh lansia. Sementara itu, pasangan keluarga muda yang memiliki anak usia sekolah lebih memilih bermigrasi dan merantau ke pusat kota di Denpasar.

Krisis minimnya murid baru di awal tahun ajaran 2026/2027 ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera menata ulang (regrouping) atau menghadirkan inovasi baru agar sekolah negeri tidak gulung tikar.

Baca Juga: Orang Tua dan Guru Perlu Kenali Kecemasan Anak Awal Masuk Sekolah, Psikolog: Segera Konsultasikan dengan Tenaga Ahli

Exit mobile version