Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Tensi Timur Tengah dan Rencana Gencatan Senjata

Harga minyak Brent dan WTI ditutup menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026) akibat eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah./(Pixabay)

FAKTANASIONAL.NET  — Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penguatan pada penutupan perdagangan Senin (20/7/2026) waktu setempat.

Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, meskipun pasar mulai mencermati adanya peluang negosiasi.

Minyak mentah berjangka Brent menguat 1,12 dolar AS atau sekitar 1,3 persen ke posisi 89,22 dolar AS per barel.

Dalam sesi perdagangan tersebut, Brent sempat menyentuh level 91,42 dolar AS per barel, yang merupakan titik tertinggi sejak 11 Juni 2026.

Penguatan juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang naik 74 sen atau 0,9 persen menjadi 83,23 dolar AS per barel, setelah sempat melonjak hingga 85,39 dolar AS per barel—posisi tertinggi sejak 12 Juni 2026.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 3,5 Persen

Laju kenaikan harga minyak sempat terdorong oleh intensitas ketegangan militer di Timur Tengah.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam kesembilan berturut-turut.

Pada saat bersamaan, Kuwait dan Bahrain melaporkan adanya serangan lanjutan dari pihak Iran.

Kondisi pasar semakin bergejolak setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade jalur laut terhadap Arab Saudi, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Meski demikian, laju penguatan harga minyak sedikit tertahan setelah muncul laporan bahwa para mediator mengajukan usulan gencatan senjata selama 10 hari kepada Iran.

Langkah awal ini diharapkan dapat membuka kembali ruang negosiasi guna menghidupkan kembali kesepakatan sementara antara Iran dan AS yang sempat dicapai bulan lalu.

Baca Juga: Eskalasi Konflik: Amerika Serikat Kirim Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah

Exit mobile version