TAK sekali dua kali, Presiden Prabowo mengatakan di hadapan publik bahwa, betapa kagetnya dia melihat “kerusakan” yang terjadi di Republik ini, setelah menjabat sebagai Presiden. Benar-benar rusak parah alias stadium tingkat paling tinggi.
Artinya, Indonesia salah urus atau salah arah, dia sudah lama tahu. Bahkan, dikatakannya di hadapan publik, tepatnya saat Pemilihan Ketua Umum HIPMI di Lampung, tempo hari. Yakni, sejak 1990-an dia sudah tahu Indonesia berada pada jalan yang salah.
Tapi, semakin kaget, setelah jabatan Presiden itu dijabatnya. Ternyata, begitu parahnya “kerusakan” yang terjadi di Republik ini. Ribuan triliun mengalir ke luar negeri tanpa bisa dihambat. Perampokan SDA terjadi secara masif seperti negeri tak bertuan.
Presiden Prabowo heran tak ada yang berteriak soal ini. Entah tak berani, tak tahu-menahu, atau justru jadi bagian, Presiden Prabowo tak pula menjawab. Orang justru berteriak kencang untuk hal yang kecil, sementara untuk hal yang besar seperti bungkam.
