Tuntut Hasil Nyata, Menlu Sugiono Desak ASEAN Tuntaskan CoC Laut Tiongkok Selatan Tahun Ini

Menlu Sugiono menegaskan pentingnya penyelesaian Code of Conduct (CoC) Laut Tiongkok Selatan pada tahun ini demi mewujudkan kepastian hukum dan stabilitas kawasan./Dok. Kemlu

Usul Forum Konsuler ASEAN dan Kerja Sama Nyata

Selain isu keamanan maritim, Indonesia menyoroti pentingnya perlindungan konkret bagi warga negara anggota ASEAN.

Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum guna mempercepat koordinasi pelindungan warga negara ASEAN yang berada di luar negeri, terutama saat menghadapi situasi krisis atau konflik darurat.

Di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global, Menlu Sugiono meminta agar kemitraan ASEAN dengan negara-negara mitra eksternal diprioritaskan pada program kerja sama konkret yang menyentuh kebutuhan mendasar, seperti manajemen krisis, ketahanan pangan, pasokan energi, hingga penguatan rantai pasok.

Pertemuan ini juga secara resmi mengesahkan Turkiye sebagai Mitra Wicara ASEAN yang baru, yang diharapkan mampu mendongkrak sinergi pembangunan Komunitas ASEAN.

Menyongsong peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027 mendatang, Sugiono mendorong penguatan kelembagaan dan alokasi sumber daya agar sejalan dengan arah Visi Komunitas ASEAN 2045.

“Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Pertemuan AMM ke-59 ini turut mengesahkan sejumlah dokumen strategis, antara lain Joint Communiqué, Pernyataan Menlu ASEAN terkait Situasi Terkini di Timur Tengah, Panduan Modalitas dan Aksesi Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), serta kriteria Kemitraan Wicara ASEAN.

Baca Juga: Bukan Paling Hebat di ASEAN, Ini Fakta Pahit di Balik Klaim Investasi Indonesia 2026

Exit mobile version