FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan dirinya sempat dicap terlalu percaya diri atau “omong gede” ketika baru menjabat sebagai Bendahara Negara.
Sikap optimistis tersebut, menurut Purbaya, bukan sekadar gaya komunikasi, melainkan bagian dari strategi untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Dalam keterangannya kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9), Purbaya mengatakan dirinya sengaja menggunakan pendekatan macroeconomics of self-fulfilling prophecies.
Teori tersebut menekankan bahwa ekspektasi pelaku ekonomi dapat memengaruhi keputusan mereka, mulai dari konsumsi hingga investasi dan ekspansi bisnis.
“Caranya bagaimana? Saya terapkan pengetahuan yang sudah saya pelajari, macroeconomics of self-fulfilling prophecies. Jadi, kita membentuk ekspektasi, dari ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi yang berjalan ke arah sana,” ujarnya, dikutip dari CNN Indonesia.
Purbaya mengakui pendekatan itu membuatnya harus lebih sering menyampaikan optimisme mengenai kondisi ekonomi. Konsekuensinya, ia sempat dinilai terlalu banyak bicara bahkan dianggap sombong.
“Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa saya omong gede, yang dibilang orang sombong, ‘itu Purbaya sombong banget’. Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan, ke arah yang positif,” tegasnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil setelah Indonesia menghadapi demonstrasi besar ketika dirinya mulai menjabat.
“Pertama kan waktu saya jadi menteri, itu kan kita baru menghadapi demo besar. Saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya,” beber Purbaya.
