“Kami telah menerbitkan Peraturan Rektor untuk membangun ekosistem startup yang lebih berkelanjutan. Startup yang telah berkembang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada kampus yang nantinya akan digunakan kembali untuk mendanai startup-startup baru,” ungkap Alim.
Sementara itu, perwakilan ADB, Theresia Sembiring, merinci bahwa dari 49 startup yang berpartisipasi pada tahun 2026 ini, sebanyak 35 startup berada pada tahap inkubasi dan 14 startup masuk dalam tahap akselerasi.
“Kami melihat perkembangan yang sangat menggembirakan di IPB University. Kolaborasi antara peneliti, mahasiswa, industri, dan investor semakin kuat dalam membangun ekosistem inovasi,” kata Theresia.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta mengoptimalkan bootcamp selama tiga hari tersebut untuk menguji model bisnis dan memperluas jejaring.
“Inovasi lahir dari keberanian untuk bereksperimen dan belajar dari kegagalan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” imbaunya.
Lebih lanjut, Theresia mengungkapkan bahwa ADB saat ini tengah mendukung studi pemetaan Science and Technology Park (STP) di Indonesia untuk memetakan faktor kunci keberhasilan ekosistem inovasi.
Menurutnya, ukuran keberhasilan riset tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan pada dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.
“Di ADB kami percaya startup tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun solusi, menciptakan nilai, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Theresia.
Baca Juga: Gelar PLC, Ikhtiar Universitas Paramadina Kembangkan Kepemimpinan Mahasiswa
