FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Milisi Houthi di Yaman mengumumkan pemblokiran jalur pelayaran Bab Al Mandab bagi kapal-kapal Arab Saudi di tengah penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sehingga dua rute strategis perdagangan minyak dunia kini sama-sama berada dalam tekanan.
Bab Al Mandab merupakan jalur laut sempit dengan lebar sekitar 14 mil di titik tersempitnya atau lebih kecil sekitar 40 persen dibanding Selat Hormuz. Meski ukurannya terbatas, jalur tersebut memiliki peran vital dalam distribusi minyak dan perdagangan internasional.
Kepala Strategi Global RBC Capital Markets, Helima Crofts, mengatakan sebagian besar minyak Arab Saudi yang melewati kawasan itu biasanya dikirim melalui Teluk Persia.
Ia mengingatkan, apabila jalur tersebut benar-benar tidak dapat digunakan, maka gangguan pasokan minyak akan semakin serius. Pernyataan tersebut dikutip dari CNN Indonesia, mengutip laporan media internasional (24/7/2026).
