FAKTANASIONAL.NET – Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah mengkaji sebuah operasi militer berskala besar yang disebut-sebut sebagai salah satu misi paling kompleks dalam sejarah modern.
Operasi tersebut bertujuan mengamankan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran dengan melibatkan ribuan personel militer dan pasukan elite.
Dikutip dari SINDOnews, Senin (27/7/2026), laporan The New York Post yang mengutip sumber yang mengetahui pembahasan itu menyebutkan bahwa skenario tersebut akan mengerahkan ribuan tentara untuk menyerbu fasilitas nuklir Iran yang dijaga ketat.
Sementara itu, tim komando khusus akan bertugas mengambil cadangan uranium yang menjadi target utama operasi.
Hingga kini, lokasi pasti penyimpanan uranium yang diperkaya milik Iran belum dapat dipastikan. Material tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena berpotensi digunakan sebagai bahan dalam pengembangan senjata nuklir.
Iran diketahui memiliki empat fasilitas nuklir utama, yakni di Fordo, Natanz, Isfahan, dan Gunung Pickaxe. Tiga lokasi pertama sebelumnya telah menjadi sasaran serangan gabungan AS dan Israel pada tahun lalu.
Dari estimasi sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya, sekitar 200 kilogram diyakini berada di terowongan bawah tanah di luar Isfahan. Sementara sebagian lainnya diperkirakan tersimpan di fasilitas Natanz.
Jika rencana tersebut benar-benar dijalankan, operasi itu diperkirakan menjadi salah satu misi militer paling rumit karena harus menembus sistem pertahanan berlapis di fasilitas nuklir Iran sekaligus mengamankan material radioaktif dalam jumlah besar.
Laporan dari The New York Post belum menyebutkan adanya keputusan final dari pemerintah AS terkait pelaksanaan operasi tersebut.
Namun, pembahasan mengenai skenario itu disebut menjadi bagian dari berbagai opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dalam menghadapi program nuklir Iran.[dit]
