FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk bertransformasi menjadi problem solver dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.
Peran aktif kampus ini diwujudkan melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak guna mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi, Rabu (29/7/2026).
“Perguruan tinggi harus menjadi problem solver persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa. Saat ini kampus yang hebat adalah kampus yang mampu memberikan makna yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat,” tegas Fauzan.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Oktober 2025 dan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indonesia memiliki 4.416 perguruan tinggi, 303.067 dosen, serta 9.967.487 mahasiswa.
Baca Juga: Menkeu Ungkap Penyebab Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 di Bawah 20 Persen
Besarnya potensi sumber daya ini dinilai sebagai modal strategis untuk mendukung percepatan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan riset.
Kemdiktisaintek mendorong perubahan paradigma perguruan tinggi dari yang semula bekerja mandiri menjadi penguat jejaring kolaborasi.
Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) di berbagai daerah yang melibatkan pemangku kepentingan lewat pendekatan Pentahelix—menggabungkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media.
Model konsorsium ini telah diterapkan di beberapa wilayah, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk percepatan penurunan stunting lewat KKN Tematik, di Sulawesi Tengah untuk penanganan tuberkulosis (TBC), serta di Bondowoso untuk pendampingan pertanian organik.
Pendekatan serupa dinilai relevan untuk diterapkan dalam pembangunan kawasan transmigrasi dengan memetakan persoalan spesifik di tiap daerah.
